Showing posts with label berita gadget terkini. Show all posts
Showing posts with label berita gadget terkini. Show all posts

Wednesday, 2 September 2015

Spesifikasi PES 2016 Terbaru

Seperti yang telah diwartakan sebelumnya, Konami telah mengumumkan seri terbaru Pro Evolution Soccer (PES) di gelaran Electronic Entertainment Expo (E3) 2015 Juni lalu. Diungkapkan, game simulasi sepakbola pesaing FIFA 16 ini akan dirilis dalam waktu dekat, yakni pada 18 September 2015.

Bahkan, untuk menghadirkan kembali aura PES yang sempat hilang, Konami sampai menghadirkan kembali lagu tema khas PES yang dinyanyikan oleh Band Queen bertajuk We Will Rock You.

Nah, meskipun belum dirilis secara resmi, PES 2016 dipastikan mengalami peningkatan baik di mode pertandingan (gameplay) maupun tampilan grafik. Konami juga menjamin akan merilis game ini ke seluruh platform, mulai dari konsol PlayStation 3 (PS3), Xbox 360, PS4, Xbox One, serta tentunya PC.

Dan khusus bagi Anda para gamer PC, sebelum benar-benar merasakan pengalaman memainkan PES 2016, ada beberapa hal yang patut diperhatikan dengan seksama. Sebab, menurut yang dilansir laman Softpedia, Senin (31/8/2015), ada sejumlah persyaratan spesifikasi minimal yang wajib dipenuhi oleh para gamer PC. Penasaran bagaimana spesifikasi minimum PC untuk dapat memainkan PES 2016?

Spesifikasi minimum:

Windows 7 SP1
Intel Core 2 Duo @ 1.8GHz (AMD Athlon II X2 240 or equivalent processor)
RAM 1GB
Nvidia GeForce 7800/ATI Radeon X1300/Intel HD Graphics 2000
DirectX 9.0c video card with 512MB
8GB HDD space
Spesifikasi yang direkomendasikan:

Intel CPU Core i5-2500K 3.3GHz
AMD CPU Phenom II X4 940
Nvidia GPU GeForce GTX 660
AMD GPU Radeon HD 7870
RAM 6GB
OS 64-bit Windows 7 or 64-bit Windows 8 (8.1)
DirectX 11
HDD Space 40 GB

Wednesday, 22 April 2015

mengapa baterai ponsel menjadi cepat habis seiring lama penggunaannya??

 Mulai dari ponsel hingga laptop, umumnya menggunakan baterai berjenis lithium. Seiring dengan usia dan pemakaian, daya yang tersimpan dalam baterai tersebut akan melemah dan berkurang drastis.
Sayangnya tidak ada yang dapat dilakukan pengguna untuk membuat kapasitas baterai tersebut kembali normal. Apa yang menyebabkan baterai lithium ini jadi melemah?
Sekelompok ilmuwan dari Pacific Nothwest National Laboratory membuat sebuah penelitian untuk menjawab dan mencari solusi masalah itu. Hasilnya diharapkan bisa jadi pijakan untuk membuat baterai baru yang lebih tahan lama.
Seperti dikutip KompasTekno dari Phone Arena, Senin (20/4/2015), menggunakan sebuah mikroskop canggih, mereka mengamati baterai lithium ketika sedang diisi atau mengeluarkan daya listrik. Ternyata, seiring pengisian dan pengeluaran daya terjadi, baterai mengalami tekanan yang merusak elektroda.
Selain itu, setiap kali pengguna mengisi dan memakai baterai tersebut ternyata ada lithium yang bocor ke luar sel elektroda. Bocoran itu disebut sebagai lithium mati dan sudah tidak bisa digunakan untuk menyimpan daya listrik. Semakin banyak lithium mati, maka daya dan kapasitas baterai akan berkurang.
Masalah lain yang menyebabkan berkurangnya daya adalah munculnya lapisan elektrolit padat di permukaan elektroda. Lapisan ini menghambat dan mengurangi kemampuan baterai utnuk menyimpan daya listrik saat proses pengisian.
Para ilmuwan tersebut pun meyimpulkan bahan alternatif lithium bisa digunakan sebagai solusi masalah tersebut. Bahan alternatif ini antara lain berupa logam magnesium, alumunium, atau perunggu.
Ketiganya merupakan logam yang murah dan dapat diandalkan sebagai pengganti lithium. Namun untuk dapat diwujudkan ke dalam bentuk baterai, bahan-bahan ini masih harus diteliti lebih lanjut.
sumber: kompas.com

Tips Memotret Kuliner dengan Kamera Mirrorless! betul !!!! ini dia !

untuk sekarang ini adalah tren selfy, dimana biasanya digunakan untuk memotret diri sendiri ataupun teman-teman, tetapi era sekarang teknologi semakin berkembang, apa lagi jika teknologi makin berkembang pesat. tak hanya berpose dengan diri sendiri, akan tetapi sekarang juga cenderung trend baru yang berpose atau pamer hasil jepret makanannya untuk di bagikan ke sosial media.

Urusan memanjakan lidah, Indonesia juaranya. Tak perlu repot ke pusat perbelanjaan atau restoran mewah, berbagai kuliner khas nusantara mudah ditemui di gerobak atau gerai-gerai pinggir jalan. 

Memang betul. demikian. Hal yang membedakan hanya kemasan dan cara penyajian. 

Nah, berbicara kuliner Nusantara tidak melulu soal rasa, namun juga tampilannya yang menggugah selera. Belakangan ini, dari tren yang ada, tak afdol rasanya menyantap makanan tanpa memotretnya terlebih dulu. Tren memotret makanan adalah hal sangat menarik, tak ubahnya menikmati makanan itu sendiri. 

Zaman memang kian berubah. Selain menikmati kulinernya, mengabadikan bentuk dan penyajiannya lewat foto, kemudian mengunggah dan menyebarkannya lewat media sosial menjadi "ritual" yang semakin seru. Keinginan berbagi, dibumbui narsis, dan sebagainya menjadi landasan untuk mengungah hasil foto makanannya. 

Ya, bagi sebagian orang, memotret dengan kamera ponsel sebetulnya sudah cukup. Hanya, kualitas dan ukuran sensornya masih menjadi kendala, terutama jika foto makanan tersebut kelak mau dicetak dalam ukuran besar.

Saat ini kamera mirrorless bisa diandalkan untuk berburu foto kuliner karena menawarkan kualitas foto yang baik. Berikut beberapa tips agar Anda bisa menghasilkan foto makanan dengan lebih baik menggunakan kamera mirrorless:

Manfaatkan pencahayaan natural

Pertama, cari tempat yang memiliki cukup cahaya. Sekalipun di dalam ruangan, Anda tak perlu terlalu mengandalkan flash, tapi cukup manfaatkan cahaya di dalamnya agar nuansa foto yang dihasilkan tampak natural. 

Penggunaan kamera mirrorless dengan kemampuan rentang ISO 100 – 51200 juga memudahkan pengambilan gambar tanpa flash. Hasilnya akan baik sekalipun dalam kondisi kurang pencahayaan.

ISO berarti kemampuan atau tingkat sensitivitas sensor kamera dalam menyerap cahaya. Semakin besar nilai pada setingan ISO kamera, maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan. Teknologi Adaptive Noise Reduction pada kamera mirrorless juga membantu meminimalisir noise yang dihasilkan akibat penggunaan ISO yang tinggi. 

Tips lainnya, gunakan kertas HVS sebagai pengganti reflektor. Anda bisa meletakkan HVS di sisi atau samping makanan yang hendak difoto sebagai alat bantu memantulkan dan menyebarkan cahaya yang datang.

Bermain efek bokeh

Fokus terhadap satu bagian makanan yang ingin ditonjolkan (point of interest) dengan menggunakan setting diafragma atau bukaan besar, misalnya f:2,8 atau f:3,5, akan menghasilkan foto dengan efek blur atau bokeh dramatis. 

Detail ketajaman juga ditentukan kualitas sensor yang mumpuni. Kamera mirrorless yang sudah dibekali sensor APS-C, atau ukuran sensor setara DSLR, dapat menghasilkan ketajaman foto dengan kualitas piksel yang lebih baik. 

Tampilkan warna-warni makanan

Tak ada peraturan baku yang melarang foto hitam putih pada makanan. Namun, foto makanan tampak menarik saat tampil berwarna, bukan? 

Perpaduan warna-warni buah-buahan atau fla coklat di semangkuk es pisang ijo, misalnya. Siapa tidak tergiur saat semua warna-warni tersebut tampil secara baik, bukan?Glek!

Atur saturasi dan white balance agar warna yang dihasilkan tampak natural, tidak kekuningan atau kebiruan. Selain soal teknis, kamera mirrorless yang mampu mereproduksi warna secara baik juga menjadi faktor menentukan.  

Perhatikan angle, komposisi dan latar belakang

Kita kerap menemukan foto-foto makanan di media sosial semacam Path atau Instagram, yang dipotret dari sudut pandang atas (high angle). Belakangan hal itu menjadi pilihanangle yang cukup populer karena menghasilkan foto yang unik dan menarik. Dengan ukurannya yang kompak, bermain angle menggunakan kamera mirrorless menjadi sangat mudah, menyenangkan, tanpa perlu mengorbankan kualitas gambar. 

Foto makanan juga bisa menjadi foto yang informatif, seperti menceritakan lokasi, suasana restoran atau keramaian pengunjung. Kombinasikan komposisi foto dengan latar belakang secara apik, niscaya foto makanan tak hanya tampak lezat, namun lebih hidup.

Friday, 17 April 2015

Komputer Ini Lebih Kecil dari Sebutir Beras. apakah mungkin bisa bekerja optimal??


Komputer Ini Lebih Kecil dari Sebutir Beras
Komputer otonom terkecil di dunia, Michigan Micro Mote (M^3). cnet.com
from Michigan - Seukuran hanya 1 milimeter, Michigan Micro Mote (M^3) diyakini merupakan komputer otonom terkecil di dunia. Selama lebih dari satu dekade, para dosen dan mahasiswa di Departemen Ilmu Komputer Universitas Michigan telah mengembangkan M^3. 

Meskipun ukurannya kecil, M^3 memiliki kemampuan mengambil gambar, membaca suhu, dan merekam pembacaan tekanan. Para peneliti berharap mengimplementasikan komputer mikro ini ke berbagai aplikasi, dari medis hingga industri.

Karena ukuran mikronya, M^3 dapat disuntikkan ke dalam tubuh. Di dalam tubuh, komputer ini dapat melakukan ECG serta pembacaan tekanan dan suhu. Industri minyak juga tertarik memasukkan M^3 ke sumur-sumur minyak untuk membantu mendeteksi kantong-kantong minyak yang masih bisa diambil sebelum pindah ke sumber-sumber baru.

Michigan melihat Mote Micro sebagai cara untuk mencegah kehilangan. Visinya adalah orang akan membeli M^3 dan menempelkan komputer itu ke kunci, dompet, dan lainnya. Menggunakan sistem terpusat, orang dapat menemukan barang-barang mereka.

Ilmuwan telah menemukan cara untuk menurunkan ukuran baterai komputer itu. "Apa yang orang tidak sadari adalah bagian yang sangat besar dari volume komputer, misalnya dalam ponsel sebenarnya dikonsumsi oleh baterai," kata David Blaauw, profesor ilmu komputer di Universitas Michigan.

Peneliti juga menemukan cara yang berbeda untuk berkomunikasi dengan Mote Micro. M^3 diprogram dan dicas melalui cahaya. Dengan nyala cahaya pada frekuensi tinggi, operator dapat mengirimkan informasi ke komputer. Setelah Mote Micro memproses data, ia mampu mengirim informasi ke komputer pusat melalui frekuensi radio konvensional.

M^3 siap diproduksi sekarang. Fakultas dan staf telah berencana menciptakan komputer yang lebih kecil, yang mereka sebut debu pintar.

Thursday, 9 April 2015

HARGA SAMSUNG GALAXY S6 EDGE ? 12 JT LEBIH COY.... BACA YUKKZZ !!!!!!


Galaxy S6 Edge juga mirip iPhone 6 dilihat dari sisi ini. Hanya saja, layarnya sedikit melengkung di pinggir kiri dan kanan.
HAHAY harga yang sangat HOT untuk smartphone...?
 Lebih kurang sebulan setelah kemunculan perdananya pada awal Maret lalu, Galaxy S6 Edge akan segera memasuki pasaran Indonesia lewat sesi pemesanan yang akan digelar pada 13 April hingga 26 April mendatang.

Banderol harganya mencapai belasan juta rupiah, tepatnya Rp 12,5 juta. Harga tersebut, sebagaimana disampaikan oleh Product Marketing Manager Samsung Mobile Indonesia Flegon Koen dalam acara jumpa pers di Jakarta (8/4/2015), berlaku untuk varian Galaxy S6 Edge dengan kapasitas media penyimpanan 64 GB.

"Galaxy S6 Edge yang dipesan itu nanti akan bisa diambil di semua SES (outletSamsung) yang tersebar di seluruh Indonesia pada 2 Mei nanti," kata Flegon.

Hanya ada satu model yang bisa dipesan pada sesi pre-order pada April itu, yakni Galaxy S6 Edge dengan media penyimpanan 64 GB. Ponsel itu bakal tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu hitam, putih, dan gold platinum.

Pihak Samsung mengaku belum bisa mengungkapkan apakah varian dengan kapasitas media penyimpanan lain akan menyusul untuk tersedia atau tidak. Demikian pula dengan Galaxy S6, yang harga ataupun jadwal kedatangannya masih belum jelas.

Galaxy S6 dan S6 Edge merupakan duet ponsel andalan terbaru dari Samsung yang dibekali prosesor 64-bit Exynos 7420, RAM 3GB, serta pilihan kapasitas media penyimpanan 32 GB, 64 GB, dan 128 GB. Keduanya diperkenalkan dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2015 di Barcelona, Spanyol, 1 Maret lalu.

Tuesday, 7 April 2015

Disiksa, Lebih Kuat Galaxy S6 atau iPhone 6? sungguh tega kau penguji !!

iPhone 6 tampak lebih rusak ketimbang Galaxy S6 Edge
Yuk kita lihat ketahanan perangkat mobile. Di bawah ini. Capcyus.....!!!!!

Sekelompok orang yang tergabung di channel Youtube, Everything Apple Pro, melakukan percobaan untuk mengetahui smartphone mana yang paling kuat. Kali ini, pengujian dilakukan di dua perangkat andalan milik Apple dan Samsung, yakni iPhone 6 dan Galaxy S6 Edge.

Berdasarkan uji jatuh tersebut, diketahui bahwa Galaxy S6 Edge milik Samsung lebih kuat ketimbang iPhone 6 milik Apple. Di akhir "penyiksaan" yang dilakukan, perangkat milik Apple bahkan sudah tidak bisa menyala lagi akibat kerusakan parah yang diterimanya.

Tes jatuh tersebut dilakukan beberapa kali dari ketinggian yang berbeda. Ketinggian pertama dari sekitar kantung celana. Pengujian ini dilakukan untuk melihat kondisi perangkat apabila tidak sengaja terjatuh dari tempat tersebut.

Pengujian kedua dilakukan dari ketinggian sekitar telinga pengguna. Sementara itu, untuk pengujian terakhir dilakukan dari ketinggian sekitar 10 kaki atau 3 meter.

Masing-masing pengujian dilakukan dua kali, di mana pada pengujian kedua, layar perangkat dihadapkan ke arah bawah.

Pada dasarnya, pada pengujian pertama, baik Galaxy S6 Edge dan iPhone 6, mampu bertahan dengan baik. Saat terjatuh ke aspal, kedua perangkat ini hanya sedikit lecet-lecet di bagian casingnya. Bagian layar masih aman dari goresan.

Akan tetapi, pada saat pengujian jatuh dari ketinggian 3 meter, tubuh iPhone 6 mulai mengalami kerusakan yang cukup parah. Bagian kaca Saffir kamera yang dimilikinya pecah. Sementara itu, Galaxy S6 Edge hanya mengalami sedikit goresan.

Nah, baru pada pengujian kedua, di mana bagian layar menghadap bawah, kedua perangkat mulai menghadapi keretakan yang cukup parah di bagian layar. Meskipun begitu, perangkat milik Apple tersebut terlihat mendapatkan kerusakan yang paling parah.

Uniknya, kedua perangkat tersebut masih bisa beroperasi dengan baik, meski ada goresan parah di mana-mana.

Penasaran ingin membuat kedua ponsel tersebut rusak, si penguji melakukan tes yang lebih ekstrim lagi, yaitu melindas keduanya dengan mobil.

Si penguji pun berhasil mendapatkan keinginannya. iPhone 6 benar-benar mati, tidak bisa hidup lagi, dan melengkung akibat dilindas.

Bagaimana dengan Galaxy S6 Edge? Meski mengalami keretakan yang lebih parah, ternyata produk dengan layar lengkung di kedua sisinya ini masih bisa bertahan hidup.