Showing posts with label materi islam. Show all posts
Showing posts with label materi islam. Show all posts

Sunday, 19 July 2015

kriteria yang di sunahkan untuk di pilih sebagai suami


Soal: Bagaimanakah kriteria lelaki yang dianjurkan untuk dipilih sebagai seorang suami? Apakah kriterianya sama dengan lelaki?

(Pertanyaan dari: Leni)

Jawab: Secara umum memang kriteria lelaki yang disunahan untuk dipilih sebagai pendamping hidup itu hampir sama dengan kriteria wanita yang disunahkan untuk dinikahi lelaki. Untuk lebih jelasnya berikut ini kami berikan penjelasan mengenai kriteria-kriteria tersebut;

     1.Baik dalam beragama (Dzatu Din)
     Seorang muslim, baik leaki dan perempuan sudah sepatutnya menjadika pertimbangan masalah agama sebagai pertimbangan utama dalam memilih pasangan hidupnya, sebagaimana yang ditekankan oleh Rasulullah, beliau bersabda ;
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita (biasanya) dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (Shahih Bukhari, no. 5090, Shahih Muslim, no.1466)

     Lelaki yang memiliki kriteria  dzatuddin adalah laki-laki yang rajin mengerjakan ketaatan dan amal-amal sholih sekaligus menjauhkan dirinya dari perbuatan-perbuatan terlarang.

     2. Cerdas dan berahlak baik
     Tujuan utama suatu pernikahan adalah terciptanya hubungan yang harmonis antara suami dan istri, karena itulah seorang wanta disunahkan menikahi lelaki yang cerdas dan baik akhlaknya dan nantinya diharapkan anak-anaknya juga akan berakhlak baik dan berakhlak cerdas.
     Selain itu seorang lelaki nantinya memiliki beban berat yang harus dipikul saat berumah tangga, bukan hanya kewajiban memberi nafkah tapi juga membimbing keluarganya untuk menjalankan perintah-perintah agama dan menjauhi larangannya, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

" Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. (QS. At-Tahrim : 6)

    Ali bin Abu Thalib karromallaohu wajhah menjelaskan maksud ayat diatas dengan mengatakan;
عَلِّمُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمُ الْخَيْرَ

“Ajarilah diri kalian sendiri dan keluarga kalian mengenai kebaikan.” (Mustadrok, no.3826)

     5. Berwajah Tampan
     Sebagaimana disunahkan bagi laki-laki untuk menikahi wanita yang cantik berdasarkan hadits ;
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟ قَالَ: الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya”. (Sunan An-Nasai no. 3231)

     Begitupula disunahkan bagi wanita untuk memilih laki-laki yang berwajah tampan, sebab sepertihalnya para lelaki senang melihat orang cantik begitu juga halnya dengan wanita, mereka juga suka melihat lelaki yang tampan. Dalam kitab Al-Iqna’ dijelaskan bahwa wali seorang perempuan disunahkan untuk memilihkan lelaki yang tampan bagi putrinya, sebab apa yang disukai seorang pria (kecantikan) juga disukai seorang wanita (ketampanan).

     3. Masih Perjaka
      Disunahkan bagi wanita untuk menikahi lelaki yang masih perjaka seperti halnya bagi laki-laki disunahkan untuk menikah dengan wanita yang masih perawan, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ghozali dalam kitab Ihya’-nya, beliau mengatakan: “Sebagaimana halnya disunatkan bagi lelaki untuk menikah dengan seorang wanita yang masih perawan, disunatkan pula (bagi wali wanita) untuk menikahkan anak perempuannya dengan lelaki yang masih perjaka, sebab naluri hati manusia itu lebih suka pada pergaulan yang pertama. Karena itulah nabi shallahu ‘alaihi wasallam menyatakan tentang Khodijah radhiyallahu ‘anha;
إنَّهَا أَوَّلُ نِسَائِي

"Sesungguhnya dia adalah istri pertamaku.” 

     3.Bernasab baik
   Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan bagi seorang wali agar menikahkan anak perempuannya dengan seorang lelaki yang baik nasabnya, beliau bersabda;
تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ، وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ، وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ

"Pilihlah wadah untuk menumpahkan mani kalian, carilah mereka yang sekufu’ (sederajat) dan kawinilah mereka" (Shahih ibnu Hibban, no.1968, al-Mustadrok, no.2687 )

     Syekh Muhammad Fu’ad Abdul Baqi menjelaskan, makssud hadits ini adalah; pilihlah pasangan hidup dari orang yang nasabnya baik dan jauh dari keburukan dan nikahkanlah putri-putri kalian dengan lelaki seperti itu.


     4. Bukan kerabat dekat
     Disunahkannya menikahi lelaki yang Salah satu tujuan dari pernikahan adalah untuk menyambungkan hubungan antara orang-orang dari berbagai suku dan daerah yang berbeda sebagaimana dikatakan oleh Syekh Az-Zanjani, selain itu agar apabila terjadi perceraian diantara suami istri, tidak akan menyebabkan putusnya tali silaturrohim diantara keluarga laki-laki dan wanita.

     Wallahu a’lam.

     (Dijawab oleh: Siroj Munir)


Referensi:
1. Mughnil Muhtaj, juz 4  hal. 206
ويستحب دينة) لخبر الصحيحين: «تنكح المرأة لأربع: لمالها، ولجمالها، ولحسبها - أي وهو زيادة النسب - ولدينها  فاظفر  بذات الدين  تربت يداك»  أي استغنت  إن فعلت  أو افتقرت  إن خالفت،  والمراد بالدين الطاعات والأعمال الصالحات والعفة عن المحرمات

2. Matholibu Ulin Nuha, juz 5 hal. 8
وسن) لمن أراد نكاحا -إلى أن قال- ذات (عقل) لا حمقاء؛ لأن النكاح يراد للعشرة الحسنة ولا تصلح العشرة مع الحمقاء، ولا يطيب معها عيش، وربما تعدى ذلك إلى ولدها وقد قيل: اجتنبوا الحمقاء؛ فإن ولدها ضياع وصحبتها بلاء

3. Al-Mustadrok li al-Hakim, juz 2 hal. 535
أخبرنا أبو زكريا يحيى بن محمد العنبري، ثنا محمد بن عبد السلام، ثنا إسحاق، أنبأ عبد الرزاق، عن الثوري، عن منصور، عن ربعي، عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه، في قوله عز وجل: {قوا أنفسكم وأهليكم نارا} [التحريم: ٦] قال: «علموا أنفسكم وأهليكم الخير» هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه

4. Sunan Ibnu Majah & Ta’liq Fu’ad Abdul Baqi, juz 1 hal. 633
حدثنا عبد الله بن سعيد قال: حدثنا الحارث بن عمران الجعفري، عن هشام بن عروة، عن أبيه، عن عائشة، قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «تخيروا لنطفكم، وانكحوا الأكفاء، وأنكحوا إليهم»
__________
[شرح محمد فؤاد عبد الباقي]
 (تخيروا لنطفكم) أي اطلبوا لها ما هو خير المناكح وأزكاها وأبعدها من الخبث والفجور. (وأنكحوا إليهم) أي اخطبوا إليهم بناتهم

5. Mughnil Muhtaj, juz 4  hal. 206
 قال في الإحياء:  وكما يستحب نكاح البكر  يسن أن لا يزوج ابنته إلا من بكر لم يتزوج قط؛ لأن النفوس جبلت على الإيناس بأول مألوف، ولهذا قال - صلى الله عليه وسلم - في خديجة: إنها أول نسائي

6. Al-Iqna’ Fi Fiqhil Imam Ahmad bin Hanbal, juz 3 hal. 157
وتنظر المرأة إلى الرجل إذا عزمت على نكاحه لأنه يعجبها منه ما يعجبه منها قال ابن الجوزي في كتاب النساء: ويستحب لمن أراد أن يزوج ابنته أن ينظر لها شابا مستحسن الصورة ولا يزوجها دميما وهو القبيح

7. Mughnil Muhtaj, juz 4  hal. 206
وما ذكر  من أن غير القريبة  أولى  هو  ما صرح  به  في زيادة الروضة،  لكن ذكر  صاحب البحر  والبيان أن الشافعي نص على أنه يستحب له أن لا يزوج من عشيرته،  وعلله الزنجاني بأن من مقاصد النكاح اتصال القبائل لأجل التعاضد والمعاونة واجتماع الكلمة. اهـ

Thursday, 9 July 2015

tanda-tanda turunya malam lailatul qodar

Inilah Tanda Datangnya Lailatul Qadr
Ilustrasi (www.chezchiara.com)
Tak ada yang tahu pasti kapan Lailatul Qadr datang. Namun Nabi Muhammad memberikan sejumlah petunjuk tanda-tanda datangnya malam mulia itu.
Dream - Lailatul Qadr. Inilah malam yang paling diburu oleh umat muslim. Banyak yang berharap bisa berjumpa dengan malam yang datang pada saat-saat tertentu saja di bulan Ramadan.
Malam ini memang istimewa. Dalam Alquran disebut bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan. Doa yang dipanjatkan pada malam itu akan dikabulkan. Sehingga tak heran banyak Muslim yang berlomba mencari Lailatul Qadr.
Namun, kapan Lailatul Qadr datang. Tak ada yang tahu pasti. Tapi Nabi Muhammad dalam sejumlah riwayat memberikan tanda-tanda datangnya Lailatul Qadr. Berikut sejumlah tanda datangnya Lailatul Qadr:
1. Udara dan suasana pagi yang tenang
Salah satu tanda datangnya Lailatul Qadr adalah suasana pagi yang tenang pada keesokan harinya. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Nabi bersabda: "Lailatul Qadr adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah."
2. Matahari cerah tapi tidak panas
Tanda lain datangnya Lailatul Qadr adalah sinar matahari yang bersinar cerah namun lemah, tidak panas, pada keesokan harinya. Ubay bin Ka'ab mengisahkan Nabi pernah bersabda: "Keesokan hari malam Lailatul Qadr matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan."
3. Udara terasa tenang
Di dalam Alquran digambarkan bahwa Lailatul Qadr penuh ketenangan. Suasana Lailatul Qadr sangat berbeda dari malam-malam lain. Suasana lebih tenang, langit tidak berawan, udara sangat sejuk, tidak panas dan tidak dingin.
"Lailatul Qadr adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)." (HR. at-Thobroni)
4. Bulan terlihat separuh
Dalam sebuah riwayat Abu Hurairah pernah berdiskusi dengan Nabi Muhammad tentang Lailatul Qadr. Dan Rasulullah bersabda: "Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan."
5. Hari ganjil
Dan tanda lain dari Lailatul Qadr adalah datang pada hari ganjil pada sepertiga terakhir bulan Ramadan. Sebuah hadis dari Aisyah menyebutkan: "Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda: "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan" " (HR: Bukhari dan Muslim)

ucapan idul fitri untuk kekasih

Kata Kata Mutiara Lebaran Idul Fitri Romantis Buat Kekasih
Kata Kata Mutiara Lebaran Idul Fitri Romantis Buat Kekasih
Nah setelah melakukan sholat ied umumnya orang-orang di Indonesia senantiasa bersilaturahmi berbarengan sanak sodara maupun tetangga sembari mengatakan selamat hari raya lebaran idul fitri minta maaf lahir serta batin. Walau demikian untuk orang yang kita tak dapat jumpai seperti rekan, teman dekat atau pacar/kekasih yang jauh, kita bisa kirim suatu kata perkataan lebaran idul fitri lewat broadcast bbm, sms atau melalui up-date status facebook  ataupun twitter. Nah jika anda tak dapat untuk membuatnya, tenang saja lantaran pada kesempatan ini saya punya maksud bakal memberi bermacam koleksi himpunan kalimat perkataan selamat hari raya lebaran idul fitri 2015/1436 H Komplit baik itu versus cinta, Romantis, Unik, Lucu dalam beragam bhs seperti inggris, arab, sunda, jawa serta ada banyak variannya.
Kata I love You telah ku’ucap untuk mu.
Kata sayang berulang-kali kukata dari bibir ku.
Membelai rambut mu telah kerap kulakukan waktu berbarengan mu.
Untuk kesempatan ini saya meminta pada mu,
Berikanlah maaf atas seluruhnya kekeliruann ku.
Selamat hari raya Idul Fitri
Minta maaf lahir serta batin.
Mata dapat salah saksikan. Kuping dapat salah dengar. Mulut dapat salah bicara. Hati dapat salah kira. Di hari yg fitri ini. Minta maaf lahir serta bathin yah..
Maaf bila saya senantiasa buat anda kangen,
Maaf bila hingga detik ini saya tidak dapat berhenti menyayangi mu,
Serta akupun mohon maaf bila saya sangatlah menyukai mu.
Mudah-mudahan sayang serta cintamu juga untuk ku,
Saat sebelum saya berkata I love You,
Izinkan saya tuk mengatakan selamat idul fitri untuk mu.
Minta maaf lahir batin yaa.
Seluruhnya yang kulakukan yaitu untukmu.
Seluruhnya yang kuberikan yaitu untuk kebahagiaanmu.
Semuanya yaitu untuk mu.
Hannya saja saya bukanlah orang yang prima,
Senantiasa ada kata serta kekeliruan yang mungkin saja menyakiti hatimu,
Maafkan saya yach.
Selamta hari raya Idul Fitri.
Makin lama kita berbarengan,
Tetapi saya belum dapat bikin mu bahagia.
Berikanlah saya saat untuk dapat selalu berbarengan mu,
Agar saya mempunyai saat bahwa saya dapat membahagiakan mu.
Saat sebelum kulanjutkan kalimat ku izinkan saya mohon maaf pada mu,
Selamat hari raya idul fitri
Minta maaf lahin serta batin.
Telah berapakah banyak kata cinta yang ku kata,
Telah sangatlah banyak saya berkata sayang,
Telah tak terhitung jumlahnya saya berkata kangen serta rindu,
Namun seluruhnya itu bukanlah jumlah yang besar apa apabila di hari yang fitri ini kita tak sama-sama memaafkan,
Maafkan atas seluruhnya salah ku yaa.
Sungguh tak terpikir oleh ku,
Nyatanya saya suka pada serta kagum pada mu,
Bersamaan berjalannya saat saya jatuh cinta pada mu.
Saat selalu jalan tanpa ada sadar saya kerap melukai hati mu,
Serta seberapa kerap saya bikin mu menangis
Dimuka Idul Fitri ini saya bakal berupaya melakukan perbaikan sikap ku pada mu,
Namun pada awal mulanya maafkan atas seluruhnya kekeliruan mu.
Ada kalimat yang tidak butuh disampaikan,
ada juga perasaan yang tidak butuh disibakkan,
Tetapi orang seperti dirimu tak akan pernah terlupakan di hari seperti ini.
Selamat Idul Fitri!

Thursday, 18 June 2015

beberapa aliran thariqoh dan ajaranya


PENGERTIAN THORIQOH.

Istilah Thoriqoh berasal dari kata At-Tarik yang berarti jalan, keadaan, kepada hakikat. Pengertian Thoriqoh Menurut para ahli:
1. Harun Nasution 
Thoriqoh adalah jalan yang harus di tempuh seorang sufi dalam tujuan sedekat mungkin dengan Tuhan. Thoriqoh kemudian mengandung arti organisasi, setiap thorikoh mempunyai Syekh, upacara rituil dan bentuk zikir sendiri.
2. Hamka
Maka diantara makhluk dan Khalik itu ada perjalanan hidup yang harus`ditempuh. Inilah yang kita katakan Thoriqoh.
3. H.Abu Bakar Atjeh
Thoriqoh artinya jalan, petunjuk dalam melaksanakan suatu ibadat sesuai dengan ajaran yang ditentukan dan dicontohkan oleh Nabi dan dikerjakan oleh sahabat dan tabi’in, turun-temurun sampai kepada guru-guru,sambung menyambung dan berantai.

Dari pendapat di atas`dapat diambil pengertian Thoriqoh sebagai berikut : Yaitu sebagai hasil pengalaman dari seorang sufi yang diikuti seorang murid, yang dilakukan dengan aturan/cara tertentu dan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam perkembangannya thoriqoh itu kemudian digunakan sebagai nama kelompok mereka yang menjasdi pengikut bagi seseorang Syekh yang mempunyai pengalaman tertentu dalam cara mendekatkan diri kepada Allah dan cara memberikan tuntutan dan bimbingan kepada muridnya. 
 
Macam-Macam Thoriqoh dan Ajarannya

1) Thoriqoh Naqsabandiyah 
Pendiri Thoriqoh Naqsabandiyah ialah Muhammad bin Baha’uddin Al-Huwaisi Al Bukhari (717-791 H). Ulama sufi yang lahir di desa Hinduwan – kemudian terkenal dengan Arifan. Pendiri Thorikoh Naqsabandiyah ini juga dikenal dengan nama Naksyabandi yang berarti lukisan, karena ia ahli dalam memberikan gambaran kehidupan yang ghaib-ghaib. Kata ‘Uwais’ ada pada namanya, karena ia ada hubungan nenek dengan Uwais Al-Qarni, lalu mendapat pendidikan kerohanian dari wali besar Abdul Khalik Al-Khujdawani yang juga murid Uwais dan menimba ilmu Tasawuf kepada ulama yang ternama kala itu, Muhammad Baba Al-Sammasi. 
Thoriqoh Naqsabandiyah mengajarkan zikir-zikir yang sangat sederhana, namun lebih mengutamakan zikir dalam hati daripada zikir dengan lisan.
Pokok-pokok ajaran Thoriqoh Naqsabandiyah: 
• Berpegang teguh dengan akidah ahli Sunnah
• Meninggalkan Rukhshah
• Memilih hukum yang azimah
• Senantiasa dalam muraqabah
• Tetap berhadapan dengan Tuhan
• Senantiasa berpaling dari kemegahan dunia.
• Menghasilkan makalah hudur (kemampuan menghadirkan Tuhan dalam hati)
• Menyendiri di tengah-tengah ramai serta menghiasi diri dengan hal-hal yang memberi faedah
• Berpakaian dengan pakaian orang mukmin biasa.
• Zikir tanpa suara
• Mengatur nafas tanpa lali dari Allah
• Berakhlak dengan akhlak Nabi Muhammad SAW 

Ada enam dasar yang dipakai sebagai pegangan untuk mencapai tujuan dalam Thorikoh ini, yaitu:
a. Tobat
b. Uzla (Mengasingkan diri dari masyarakat ramai yang dianggapnya telah mengingkari ajaran-ajaran Allah dan beragam kemaksiatan, sebab ia tidak mampu memperbaikinya)
c. Zuhud (Memanfaatkan dunia untuk keperluan hidup seperlunya saja)
d. Taqwa
e. Qanaah (Menerima dengan senang hati segala sesuatu yang dianugerahkan oleh Allah SWT)
f. Taslim (Kepatuhan batiniah akan keyakinan qalbu hanya pada Allah)
Hukum yang dijadikan pegangan dalam Thoriqoh Naqsabandiyah ini juga ada enam, yaitu:
a. Zikir
b. Meninggalkan hawa nafsu
c. Meninggalkan kesenangan duniawi
d. Melaksanakan segenap ajaran agama dengan sungguh-sungguh
e. Senantiasa berbuat baik (ihsan) kepada makhluk Allah SWT
f. Mengerjakan amal kebaikan

Syarat-syarat untuk menjadi pengikutnya :
a. I’tiqad yang benar
b. Menjalankan sunnah Rasulullah
c. Menjauhkan diri dari nafsu dan sifat-sifat yang tercela
d. Taubat yang benar
e. Menolak kezaliman
f. Menunaikan segala hak orang
g. Mengerjakan amal dengan syariat yang benar

2. Thoriqoh Qadariyah
Pendiri Tarekat Qadiriyah adalah Syeikh Abduk Qadir Jailani, seorang ulama yang zahid, pengikut mazhab Hambali. Ia mempunyai sebuah sekolah untuk melakukan suluk dan latihan-latihan kesufian di Baghdad. Pengembangan dan penyebaran Tarekat ini didukung oleh anak-anaknya antara lain Ibrahim dan Abdul Salam. Thoriqoh Qodariyah berpengaruh luas di dunia timur. Pengaruh pendirinya ini sangat banyak meresap di hati masyarakat yang dituturkan lewat bacaan manaqib. Tujuan dari bacaan manaqib adalah untuk mendapatkan barkah, karena abdul Qadir jailani terkwenal dengan keramatnya. 
Dasar pokok ajaran Thariqoh Qadariyah yaitu: 
• Tinggi cita-cita
• Menjaga kehormatan
• Baik pelayanan
• Kuat pendirian
• Membesarkan nikmat Tuhan

3. Thoriqoh Sadziliyah
Pendiri Tarekat Sadziliyah adalah Abdul Hasan Ali Asy-Syazili, seorang ulama dan sufi besar. Menurut silsilahnya, ia masih keturunan Hasan, putra Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Rasulullah SAW. Ia dilahirkan pada 573 H di suatu desa kecil di kawasan Maghribi. Ali Syazili terkenal sangat saleh dan alim, tutur katanya enak didengar dan mengandung kedalaman makna. Bahkan bentuk tubuh dan wajahnya, menurut orang-orang yang mengenalnya, konon mencerminkan keimanan dan keikhlasan. Sifat-sifat salehnya telah tampak sejak ia masih kecil. 
Pokok ajaran Thoriqoh Sadziliyah yaitu:
• Bertaqwa kepada Allah ditempat sunyi dan ramai
• Mengikutu sunnah dalam segala perbuatan dan perkataan
• Berpaling hati dari makhluk waktu berhadapan dan membelakang
• Ridho dengan pemberian Allah sedikit atau banyak
• Kembali kepada Allah baik senang maupun sedih.
Tarekat Syaziliyah merupakan Tarekat yang paling mudah pengamalannya. Dengan kata lain tidak membebani syarat-syarat yang berat kepada Syeikh Tarekat. Kepada mereka diharuskan:
a. Meninggalkan segala perbuatan maksiat.
b. Memelihara segala ibadah wajib, seperti shalat lima waktu, puasa Ramadhan dan lain-lain.
c. Menunaikan ibadah-ibadah sunnah semampunya.
d. Zikir kepada Allah SWT sebanyak mungkin atau minimal seribu kali dalam sehari semalam dan beristighfar sebanyak seratus kali sehari-semalam dan zikir-zikir yang lain.
e. Membaca shalawat minimal seratus kali sehari-semalam dan zikir-zikir yang lain.

4. Tarikat Rifaiyah
Pendirinya Tarikat Rifaiyah adalah Abul Abbas Ahmad bin Ali Ar-Rifai. Ia lahir di Qaryah Hasan, dekat Basrah pada tahun 500 H (1106 M), sedangkan sumber lain mengatakan ia lahir pada tahun 512 H (1118 M). Sewaktu Ahmad berusia tujuh tahun, ayahnya meninggal dunia. Ia lalu diasuh pamannya, Mansur Al-Batha’ihi, seorang syeikh Trarekat. Selain menuntut ilmu pada pamannya tersebut ia juga berguru pada pamannya yang lain, Abu Al-Fadl Ali Al Wasiti, terutama tentang Mazhab Fiqh Imam Syafi’i. Dalam usia 21 tahun, ia telah berhasil memperoleh ijazah dari pamannya dan khirqah 9 sebagai pertanda sudah mendapat wewenang untuk mengajar. 
Ciri khas Tarekat Rifaiyah ini adalah pelaksanaan zikirnya yang dilakukan bersama-sama diiringi oleh suara gendang yang bertalu-talu. Zikir tersebut dilakukannya sampai mencapai suatu keadaan dimana mereka dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang menakjubkan, antara lain berguling-guling dalam bara api, namun tidak terbakar sedikit pun dan tidak mempan oleh senjata tajam.

5. Tarikat Khalawatiyah 
Tarikat Khalawatiyah ialah suatu cabang dari tarikat Suhrawadiyah yang didirikan di Bagdad oleh Abdul Qadir Suhrawardi dan Umar Suhrawardi, yang tiap kali menamakan dirinya golongan Siddiqiyah, karena mereka menganggap dirinya berasal dari keturunan Khalifah Abu Bakar. Bidang usahanya yang terbesar terdapat di Afghanistan dan India. Memang keluarga Suhrawardi ini termasuk keluarga Sufi yang ternama. Abdul Futuh Suhrawardi terkenal dengan nama Syeikh Maqtul atau seorang tokoh sufi yang oelh kawan-kawannya diberi gelar ulama, dilahirkan di Zinjan, dekat Irak pada tahun 549 H. 
Suhrawardi yang lain bernama Abu Hafas Umar Suhrawardi, juga seorang tokoh sufi terbesar di Bagdad, pengarang kitab “Awariful Ma’arif”, sebuah karangan yang sangat mengagumkan dan sangat menarik perhatian Imam Ghazali, sehingga seluruh kitab itu di muat pada akhir karya “Ihya Ulumuddin” yang oleh tarikat Suhrawardiyah serta cabang-cabangnya dijadikan pokok pegangan dalam suluknya, dan Suhrawardani ini meninggal pada tahun 638 H .

6. Tarikat Khalidiyah 
Cabang Naqsabandiyah di Turkestan mengaku berasal dari tarekat Thaifuriyah dan cabang-cabang yang lain terdapat di Cina, Kazan, Turki, India, dan Jawa. Disebutkan dalam sejarah, bahwa tarekat itu didirikan oleh Bahauddin 1334 M. Dalam pada itu ada suatu cabang Naqsabandiyah di Turki, yang berdiri dalam abad ke XIX, bernama Khalidiyah.
Menurut sebuah kitab dari Baharmawi Umar, dikatakan, bahwa pokok-pokok tarekat Khalidiyah Dhiya’iyah Majjiyah, diletakkan oleh Syeikh Sulaiman Zuhdi Al-Khalidi, yang lama bertempat tinggal di Mekkah. Kitab ini berisi silsilah dan beberapa pengertian yang digunakan dalam tarekat ini, setengahnya tertulis dalam bentuk sajak dan setengahnya tertulis dalam bentuk biasa. Dalam silsilah dapat dibaca, bahwa tawassul tarekat inidimulai dengan Dhiyauddin Khalid.


7. Tarikat Sammaniyah
Nama tarikat ini diambil daripada nama seorang guru tasawwuf yang masyhur, disebut Muhammad Samman, seorang guru terikat yang ternama di Madinah, pengajarannya banyak dikunjungi orang-orang Indonesia di antaranya berasal dari Aceh, dan oleh karena itu terikatnya itu banyak tersiar di Aceh, bisa disebut terekat sammaniyah. Ia meninggal di Madinah pada tahun 1720 M. Sejarah hidupnya dibukukan orang dengan nama Manaqib Tuan Syeikh Muhammad Samman, ditulis bersama kisah Mi’raj Nabi Muhammad, dalam huruf arab, disiarkan dan dibaca dalam kalangan yang sangat luas di Indonesia sebagai bacaan amalan dalam kalangan rakyat.

8. Tarikat Rifa’iyah
Tidak banyak kita mengetahui tentang tarekat ini, meskipun namanya terkenal di Indonesia karena tabuhan rebana, yang namanya di Aceh rapa’i, perkataan yang terambil dari Rifa’i, pendiri dan penyiar terekat ini, begitu juga dikenal orang Sumatera permainan debus, menikam diri dengan sepotong senjata tajam, yang diiringi zikir-zikir tertentu.
Akhmad ibn Ali Abul Abbas, yang dianggap pencipta daripada terekat Rifa’iyah itu. Ia meninggal di Umm Abidah pada 22 Jumadil Awal 578 H, sedang tanggal lahirnya diperselisihkan orang. Dalam kitab-kitab tua tulisan tangan, yang masih terdapat di sana sini di seluruh Indonesia, kita masih mendapati ajaran-ajaran Ahmad Rifa’i ini, meskipun gerakan ini tidak begitu kelihatan lagi hidup dalam masyarakat. Tarekat Rifa’iyah ini, yang mula-mula berdiri di Irak kemudian tersiar luas ke Basrah, sampai ke Damaskus dan Istanbul di Turki. Cabang-cabangnya yang terdapat di Syiria ialah Hariyah, Sa’diyah dan Sayyadiyah, dll. Terutama dalam abad yangke XIX Masehi. Cabang Sa’diyah di syiria didirikan oleh Sa’duddin Jibawi, yang bercabang pula, masing-masing didirikan oleh dan bernama Abdus Salamiyah dan Abdul wafaiyah.



9. Tarikat ‘Aidrusiyah
Salah satu daripada tarekat yang masyhur dalam kalangan Ba’alawi ialah Al’aidurusiyah, terutama dalam tasawuf aqidah. Hampir tiap-tiap buku tasawuf menyebut nama Al- aidrus sebagai salah seorang sufi yang ternama. Keluarga Al’Ahidus banyak sekali melahirkan tokoh-tokoh Sufi yang terkemuka, diantaranya, di antaranya S. Abdur Rahman Bin Mustafa Al’Aidus, yang pernah menjadi pembicaraan Al-Jabarti dalam sejarahnya. Al-Jabarti menerangkan, bahwa S.Abdur Rahman berlimpah-limpah ilmunya, ahli yang mempertemukan hakekat dan syariat sejak kecil ia telah menghafal Al’Quran 30 jus. 

10. Tarikat Al-Haddad
Sayyid Abdullah bin Alwi Muhammad Al-Haddad dianggap salah seorang qutub dan arifin dalam ilmu Tasawuf. Banyak ia mengarang kitab-kitab mengenai ilmu tasawuf dalam segala bidang, dalam aqidah, tarekat, dsb. Bukan saja dalam ilmu tasawuf, tetapi juga dalam ilmu-ilmu yang lain banyak ia mengarang kitab. Kitabnya yang bernama : “Nasa’ihud Diniyah”, sampai sekarang merupakan kitab-kitab yang dianggap penting. Muraqabah termasuk wasiat Al-Haddad yang penting. Muraqabah artinya selalu diawasi Tuhan, dan orang yang sedang melakukan suluk hendaknya selalu Muraqabah dalam gerak dan diamnya, dalam segala masa dan zaman, dalam segala perbuatan dan kehendak, dalam keadaan aman dan bahaya, di kala lahir dan di kala tersembunyi, selalu menganggap dirinya berdampingan dengan Tuhan dan diawasi oleh Tuhan. Jika beribadah itu seakan-akan dilihat Tuhan, jika ia tidak melihat Tuhan pun, niscaya Tuhan dapat melihat dia dan memperhatikan segala amal ibadahnya. Ak-Hadad mengatakan bahwa Muraqabah itu termasuk maqam dan manzal, ia termasuk maqam ihsan yang selalu dipuji-puji oleh nabi Muhammad.

11. Tarikat Tijaniyah
Salah satu terekat yang terdapat di Indonesia di samping tarekat-tarekat yang lain ialah tarekat Tijaniyah. Dalam tahun beberapa rekat ini masuk ke Indonesia tidak diketahui orang-orang secara pasti, tetapi sejak tahun 1928 mulai terdengar adanya gerakan ini di Cirebon. Seorang Arab yang tinggal di Tasikmalaya, bernama Ali bin Abdullah At-Tayib Al-Azhari, berasal dari Madinah, menulis sebuah kitab yang berjudul “Kitab Munayatul Murid”
(Tasikmalaya, 1928 M), berisi beberapa petunujk mengenai hakikat ini, dan kitab itu terdapat tersebar luas di Cirebon khususnya, dan di Jawa barat umumnya.
Pendirinya seorang ulama dari Algeria, bernama Abdul Abbas bin Muhammad bin Mukhtar At-Tijani, lahir di ‘Ain Mahdi pada tahun 1150 H, (1737-1738 M). Diceritakan bahwa dari bapaknya ia keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib, sedang nama Tijani adalah dari Tijanah dari keluarga ibunya. Terekat ini mempunyai wirid yang sangat sederhana, dan wazifah yang sangat mudah. Wiridnya terdiri dari istighfar seratus kali, shalawat seratus kali, dan tahlil seratus kali. Boleh dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Di Cirebon tarekat Tijani ini pernah tersiar dengan suburnya di bawah pimpinan Kiyai Buntet dan saudaranya Kiyai Anas di desa Martapada, dekat kota Cirebon.

Tuesday, 16 June 2015

katanya sholat tahajud membuat wajah tampan atau cantik??? benar kah?

Setiap Muslim seharusnya memiliki keinginan kuat untuk melaksanakan shalat Tahajud setiap malam hingga menjadi terbiasa. Orang-orang saleh zaman dahulu tekun menjalankannya, baik pada musin panas maupun dingin. Mereka memandang seolah-olah shalat Tahajud itu adalah sesuatu yang wajib (HR Tirmidzi). 
Jika terlewatkan sekali saja, mereka menganggap itu sebagai musibah yang besar. Pastinya, selain sebagai ‘mesin keimanan’, Tahajud memberikan banyak manfaat besar dalam kehidupan mereka yang istiqamah menjalankannya.
Di antaranya, pertama, untuk menjaga kesehatan. Tidak diragukan lagi, shalat Tahajud menjadi terapi pengobatan terbaik dari berbagai macam penyakit. Karena itu, orang-orang yang membiasakan diri untuk Tahajud akan memiliki daya tahan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh." (HR Tirmidzi).
Kedua, menjaga ketampanan atau kecantikan. Setap manusia pasti mendambakan ketampanan atau kecantikan dalam dirinya. Melalui terapi shalat Tahajud, seseorang dapat meraih apa yang didambakannya tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun. Yaitu, jaminan ketampanan atau kecantikan yang dihasilkan dari shalat Tahajud tidak terbatas pada tampilan lahir, juga dapat menghasilkan ketampanan atau kecantikan batin.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).
Ketiga, shalat Tahajud juga diyakini dapat meningkatkan produktivitas kerja yang berbasis spiritualitas. Karena itu, salah satu program untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang andal secara intelektual, emosional, dan spiritual adalah membiasakan shalat Tahajud pada setiap malamnya.
Rasulullah SAW bersabda, "Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ‘Malam masih panjang, maka tidurlah.’ Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, terlepas satu ikatan. Jika dia berwudhu, terlepas satu ikatan yang lainnya. Dan jika dia melaksanakan shalat, terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya, dia akan menjadi segar (produktif) dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).
Keempat, mempercepat tercapainya cita-cita dan rasa aman. Selain dengan usaha (ikhtiar) secara maksimal guna menggapai cita-cita dan rasa aman, seseorang hendaknya membiasakan diri untuk shalat Tahajud karena doa yang mengiringi Tahajud akan dikabulkan oleh Yang Maha Mengabulkan.
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, 'Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?' Mereka menjawab, 'Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.'” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR Ahmad).
x

30 Keutamaan Sholat Tarawih Di Bulan Ramadhan




Dari Ali bin Abi Thalib ra bahwa dia berkata: Nabi SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda:
  1. Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
  2.  Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.
  3. Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”
  4. Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).
  5. Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
  6. Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
  7. Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
  8. Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as.
  9. Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi saw.
  10. Pada Malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.
  11. Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.
  12. Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
  13. Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.
  14. Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.
  15. Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.
  16. Pada malam keenam belas, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.
  17. Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.
  18. Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”
  19. Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.
  20. Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).
  21. Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.
  22. Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
  23. Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.
  24. Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang dikabulkan.
  25. Pada malam kedua puluh lima , Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.
  26. Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
  27. Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
  28. Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga.
  29. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.
  30. Dan pada malam ketiga puluh, Allah ber firman : “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

Friday, 5 June 2015

keutamaan mengucap kalimat syahadat

Beberapa Keutamaan Mengucap “Kalimat Laa Ilaha Illallah” yang Paling Efektif
Pengucapan kalimat “Laa Ilaha Illallah” sendiri selain membuat seseorang menganut Islam ketika mempercayai ucapan tersebut ada banyak dan banyak pula ternyata hadist yang telah menerangkan ini. Kalimat yang juga disebut sebagai kalimat Tauhid ini ternyata memiliki banyak keutamaan yang mungkin tidak bisa dihitung oleh manusia, mengingat kalimat ini merupakan sebuah kalimat pemujaan terhadap Allah dan mengakuiNya sebagai satu-satunya Tuhan di jagat raya.
1. Kalimat Tauhid Merupakan Kalimat yang Mampu Membawa Seseorang ke Dalam Surga
Muslim meriwayatkan dalam hadistnya bahwa pada suatu masa, Rasullullah SAW mendengar seorang muadzin sedang mengucapkan “Asyahduallaa Ilaaha Illallaah”, dan beliau mendatangi orang tersebut. Rasulullah kemudian memberi tahu bahwa khasiat membaca kalimat “Laa Ilaha Illallah” adalah orang yang membaca akan terbebas dari api neraka. Hal ini juga diperkuat dengan hadist dari Abu Daud yang menyatakan bahwa Rasulullah berkata, jika seseorang meninggal dan mengucap kalimat Tauhid maka ia akan masuk ke dalam surga milik Allah.

2. Kalimat Tauhid Adalah Dzikir yang Paling Baik
Keutamaan mengucap “kalimat Laa Ilaha Illallah” yang lainnya diriwayatkan lewat hadist yang dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani. Hadist ini bercerita bahwa Rasulullah SAW mengatakan, kalau kalimat Tauhid merupakan sebaik-baiknya dzikir yang bisa diucapkan oleh seorang manusia.

3. Pahala Membaca Kalimat Tauhid Sama Dengan Memerdekakan Budak, Sekaligus Menjadi Pelindung Dari Syaitan
Hadist riwayat Bukhori dan Muslim mengisahkan bahwa Abu Hurairah menceritakan dari Rasulullah SAW bahwa kebaikan mengucap “Laa Ilaha Illallah” memiliki tingkatan yang sama dengan jika seseorang berjuang keras untuk membebaskan seorang budak. Dikatakan juga, bahwa tidak ada keutamaan yang bisa menyaingi keutamaan membaca kalimat Tauhid kecuali dengan membaca lebih banyak lagi kalimat tersebut.

Keutamaan Mengucap “Kalimat Laa Ilaha Illallah” yang Lainnya
Sebenarnya masih banyak memang keutamaan yang bisa diperoleh seseorang ketika ia mengucapkan kalimat Tauhid, tapi tidak mungkin semuanya bisa dituliskan mengingat kalimat tersebut adalah kalimat yang paling baik, dan merupakan kalimat yang paling disenangi oleh Allah SWT sehingga Ia bahkan menjajikan surga bagi siapapun yang sering melantunkannya.

Menurut sebuah hadist, Rasulullah SAW berkata bahwa Allah SWT akan menyelamatkan seorang manusia dan kelompoknya meskipun tumpukan dosa yang mereka miliki sangat banyak, bahkan melimpah hingga jumlah buku catatan dosa itu tak lagi bisa terlihat oleh mata telanjang. Ketika hari penghisaban nanti, buku-buku tersebut akan ditimbang, dan hanya ada satu hal yang bisa menyelamatkan orang tersebut dan kaum-kaumnya yang tersesat, yaitu ucapan “Laa Ilaha Illallah”. Rasulullah SAW bersabda bahwa hal ini terjadi dikarenakan tidak akan ada yang bisa memiliki beban lebih berat dibandingkan pemujaan dan kepercayaan bahwa Allah SWT adalah satu. Dan ini merupakan salah satu keutamaan mengucap “kalimat Laa Ilaha Illallah”.